DESAIN KELOMPOK SOLOMON

OLEH:

DONYPURNOMO

Desain Solomon yang pertama menggunakan tiga kelompok dengan penempatan para subjek kedalam kelompok-kelompok secara acak. Dalam desain ini ada tiga jenis kelompok, hampir mirip dengan istilah desain lima, Cuma ada satu kelompok tambahan, sehingga ada tiga baris, dua baris pertama serupa dengan desain lima. Keuntungan desain ini memiliki dua kelompok control sehingga dapat mengatasi efek interaksi dari prates dan perlakuan eksperimen.

Kelompok kontol kedua tidak diberi prates tetapi diberi perlakuan X. Ukuan-ukuran variable tingkat Y2 digunakan untuk menilai efek interaksi melalui perbandingan skor-skor Y2 untuk tiga kelompok. Sekalipun kelompok eksperimen memiliki rata-rata lebih tinggi pada Y2 daripada kelompok kontrol yang pertama, namun tidak yakin bahwa perbedaan ini disebabkan karena perlakuan X. Hal ini disebabkan sensitisasi subjek-subjek yang meningkat, setelah prates dan interaksi para subjek dengan perlakuan X. Namun, apabila rata-rata Y dari kelompok control yang kedua menunjukkanperbedaan/lebih tinggi dari kelompok kontorl yang pertama, maka dapat berasumsi bahwa perlakuan X yang menyebabkan perbedaab tersebut, bukan efek interaksi prates dengan perlakuan X, sebab kelompok control kedua tidak dilakukan pra tes.

Dalam disain ini kelompok control kedua tetap berfungsi sebagai kelompok control sekalipun diberikan perlakuan X. Disain eksperimen ini dilukiskan dalam digram table sebagai berikut:

Kelompok

Prates

Perlakuan Var bebas

Pasca tes Var terikat

(R)-> E

Y1

X

Y2

(R)-> C1

Y1

Y2

(R)-> C2

X

Y2

DESAIN EMPAT KELOMPOK SOLOMON

Desain ini memiliki control lebih ketat, sehingga lebih luas dan lebih cermat dari desain enam. Sebab memiliki satu kelompok control tambahan. Kelompok ketiga meskipun menerima perlakuan X, tetap berfungsi sebagai kelompok control.

Keunggulan desain ini adalah adanya masukan dari keuntungan desain lain sebelumnya. Perhatiakan diagram desain tersebut. Dua baris pertama sama dengan desain lima mengontrol factor-faktor ekstra, seperti history dan maturation tiga baris pertama sma dengan desain enam mengontrol feel interaksi pre tes dan perlakuan X. Baris keempat sengaja ditambahkan untuk memperoleh desain tujuh dengan maksud memberikan control terhadap efek yang mungkin terjadi antara Y1 da Y2

Desain dilukiskan dalam diagram sebagai berikut :

Kelompok

Prates

Perlakuan Var bebas

Pasca tes Var Terikat

(R)-> E

Y1

X

Y2

(R)->C1

Y1

Y2

(R)->C2

X

Y2

(R)->C3

Y2

Selain kekuatan setiap desain masing-masing seperti yang dijelaskan diatas, desain ini mempunyai ciri replikasi yang diberikan oleh dua eksperimen. Kombinasi ini mengambil keuntungan dari infornasi yang diberikan oleh Prates-pascates dan pada waktu yang sama dapat menunjukkan bagaimana kondisi ekspermen memepengaruhi kelompok subjek yang tidak diberikan prates

Dalam desain ini dapat dibuat beberapa perbandingan untuk menetukan efek daripada perlakuan eksperimen X. Dengan demikian jika rata-rata pasca tes dari kelompok eksperimen lebih besar secaa signifikan daripada rata-rata kelompok control pertama C1, dan rata-rata pasca tes C2 secara signifikan lebih besar daripada rata-rata C3, maka dapat diasumsikan terdapat efektifitas perlakuan eksperimen dan kelompok control perama atau perubahan-perubahan pra pasca tes dari kedua kelompok tersebut.

Efek eksperimen pada kelompok yang tidak diberi prates diperoleh dengan membadingkan kelompok control kedua dengan kelompok control ketiga. Sebenarnya desain ini mencakup pelaksaanaan eksperimen dua kali. Sekali dengan prates dan sekali lagi tanpabprates. Jika hasil dua eksperimen ini sesuai dengan yang dijelaskan diatas, maka terdapat keyakinan yang lebih kuat mengenai penemuan- penemuannnya.

Kelemahan utama desian ini adalah kesulitan dalam melaksanakan dikelas. Waktu dan tenaga yang diperlukan untuk melaksanakan dua eksperimen pada waktu yang sama bukan merupakan pekerjaan ringan. Kesulitan lain berkenaan dengan analisis statistiknya, karena tidak adnaya ukuran yang lengkap untuk membuat kelompok tersebut.

Desain ini digunakan untuk penelitian yang lebih canggih dan untuk pengujian hipotesis yang bertaraf tinggi. Mahasiswa program Doktor mungkin bsa malaksanakannnya. Desain yang telah dibahas diatas hanya mengadung variable tunggal klasikal. Artinya, peneliti hanya memanipulasi satu variable bebas untuk menghasilkan efek pada variable terikat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: