Ekosistem Pesisir

Ekosistem Pesisir

Ekosistem Mangrove
Hutan mangrove merupakan komunitas tumbuhan pantai yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut sesuai dengan toleransinya terhadap salinitas, lama penggenangan, substrat dan morfologi pantainya.

Ekosistem hutan mangrove
bermanfaat secara ekologis dan ekonomis

 Fungsi ekologis
 pelindung garis pantai dari abrasi,
 mempercepat perluasan pantai melalui pengendapan,
 mencegah intrusi air laut ke daratan,
 tempat berpijah aneka biota laut,
 tempat berlindung dan berkembangbiak berbagai jenis burung, mamalia, reptil, dan
 serangga,
 sebagai pengatur iklim mikro

 Fungsi ekonomis
 penghasil keperluan rumah tangga (kayu bakar, arang, bahan bangunan, bahan
makanan, obat-obatan),

 penghasil keperluan industri (bahan baku kertas, tekstil, kosmetik, penyamak kulit,
pewarna),
 penghasil bibit ikan, nener udang, kepiting, kerang, madu, dan telur burung,
 pariwisata, penelitian, dan pendidikan.

Ekosistem Terumbu karang
Terumbu karang (coral reefs) merupakan masyarakat organisme yang hidup di dasar laut daerah tropis dan dibangun oleh biota laut penghasil kapur khususnya jenis-jenis karang dan alge penghasil kapur (CaCO3) dan merupakan ekosistem yang cukup kuat menahan gaya gelombang laut. (Saptarini et. al, 1995; Dawes 1981 dalam Supriharyono, 2000)

Padang lamun
Padang lamun (seagrass beds) merupakan salah satu ekosistem yang terletak di daerah pesisir atau perairan laut dangkal. Masyarakat lamun merupakan masyarakat tumbuhan berbiji tunggal (monokotil) dari kelas angiospermae

Ekosistem Estuaria
Estuaria adalah perairan yang semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, sehingga air laut dengan salinitas yang tinggi dapat bercampur dengan air tawar. Kombinasi pengaruh air laut dan air tawar tersebut akan menghasilkan suatu komunitas yang khas dengan kondisi lingkungan yang bervariasi. Kondisi ini secara umum menyebabkan keragaman organisme yang lebih sedikit di wilayah ini tetapi dengan populasi yang tinggi (Supriharyono, 2000)

Tahap pengelolan Ekosistem Pesisir

 Tahap Perencanaan
proses perencanaan adalah dengan cara mengidentifikasi dan mendefinisikan isu dan permasalahan yang ada, yang menyangkut kerusakan sumber daya alam, konflik penggunaan, pencemaran, dimana perlu dilihat penyebab dan sumber permasalahan tersebut

 Tahap Pelaksanaan (Implementasi) Rencana
tahap implementasi perencanaan, diperlukan kesiapan dari semua pihak yang terlibat didalamnya, seperti masyarakat itu sendiri, tenaga pendamping lapangan dan pihak lainnya.

 Tahap Monitoring dan Evaluasi
Monitoring yang dilakukan sejak dimulainya proses implementasi perencanaan dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas kegiatan, permasalahan yang timbul dalam implementasi kegiatan.

Satu Tanggapan

  1. sipppp,,,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: